Studi: Pola Makan Berulang Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menurunkan berat badan mungkin sesederhana mempertahankan menu makanan yang sama, demikian temuan studi terbaru.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Health Psychology menunjukkan individu yang lebih sering mengonsumsi makanan yang sama cenderung mengalami penurunan berat badan lebih besar selama program diet 12 minggu.

Penulis utama studi, Charlotte Hagerman dari Oregon Research Institute, menyatakan menjaga pola makan sehat di tengah lingkungan makanan saat ini membutuhkan usaha dan kontrol diri yang konsisten.

“Membentuk rutinitas dalam pola makan dapat mengurangi beban tersebut dan membuat pilihan sehat terasa lebih otomatis,” ujarnya, dikutip dari Fox News, Senin (6/4/2026).

Dalam penelitian ini, Hagerman bersama peneliti dari Drexel University dan Oregon Research Institute menganalisis catatan makanan dari 112 orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Para peserta mencatat makanan melalui aplikasi dan menimbang berat badan setiap hari.

Peneliti mengukur pola makan rutin melalui dua indikator utama, yakni seberapa besar variasi asupan kalori harian serta seberapa sering peserta mengulang menu makanan dan camilan.

Hasilnya, peserta yang lebih sering mengonsumsi makanan yang sama mengalami penurunan berat badan rata-rata sebesar 5,9 persen, dibandingkan 4,3 persen pada mereka yang pola makannya lebih bervariasi, menurut laporan American Psychological Association. Selain itu, peserta yang menjaga asupan kalori harian tetap konsisten juga cenderung mengalami penurunan berat badan lebih besar.

Ahli nutrisi berbasis di Vermont, Liza Baker, menilai temuan ini sejalan dengan pengalamannya selama lebih dari satu dekade mendampingi klien. Menurutnya, mengurangi beban berpikir terkait pilihan menu harian dapat membuat perjalanan menuju hidup sehat menjadi lebih berkelanjutan.

“Mengulang menu makanan dapat mengurangi kelelahan dalam mengambil keputusan dan membantu seseorang lebih konsisten menjalani kebiasaan sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengulangan tidak harus dilakukan pada semua waktu makan. Seseorang bisa memulai dari satu menu yang sama setiap hari, seperti sarapan atau makan siang, lalu meningkatkannya secara bertahap.

Meski demikian, para peneliti mengingatkan studi ini bersifat observasional, sehingga tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung antara pola makan berulang dan penurunan berat badan. Baker juga mengingatkan pola makan berulang dapat berdampak negatif jika tidak disusun secara seimbang dari sisi nutrisi.

“Tanpa pemahaman gizi yang memadai, pola makan berulang berisiko menyebabkan kekurangan nutrisi tertentu,” ujarnya.

Penulis studi juga menekankan kurangnya variasi makanan dapat menimbulkan konsekuensi tersendiri. Karena itu, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan apakah pola makan berulang layak direkomendasikan sebagai strategi penurunan berat badan.

Read Entire Article
Food |