Sepekan ke Depan, Harga Minyak Berpotensi di Kisaran 79–108 Dolar AS

3 hours ago 2

Kilang El Palito milik perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, di Puerto Cabello, Venezuela, 10 Februari 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga minyak mentah dunia jenis WTI bergerak dalam rentang lebar dalam sepekan ke depan. Pergerakan diperkirakan berada di kisaran 79 hingga 108 dolar AS per barel. Proyeksi tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpastian pasar global. Tekanan datang dari dinamika geopolitik serta arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang masih berfluktuasi.

“Minyak kemungkinan diperdagangkan dengan support di sekitar 78,7 dolar AS per barel dan resistance di kisaran 107,9 dolar AS, sehingga rentangnya berada di 79 sampai 108 dolar AS,” kata Ibrahim kepada awak media, dikutip Ahad (12/4/2026).

Pergerakan minyak yang melebar sejalan dengan penguatan indeks dolar AS yang diperkirakan berada di kisaran 97 hingga 101. Kondisi ini turut memberi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Ibrahim mencatat nilai tukar rupiah masih berpotensi melemah dalam jangka pendek. Tekanan eksternal dinilai dominan dan membuat rupiah bertahan di level tinggi. “Pelemahan rupiah berpotensi cukup lebar dan kemungkinan masih akan bertahan di atas level 17.000 per dolar AS,” ujarnya.

Di sisi lain, harga emas dunia tercatat berada di level 4.749 dolar AS per troy ounce pada Sabtu pagi. Harga logam mulia di dalam negeri berada di kisaran Rp2.860.000 per gram dan berpotensi bergerak mengikuti arah pasar global.

Ibrahim memproyeksikan harga emas masih memiliki ruang koreksi hingga 4.638 dolar AS per troy ounce, bahkan berpotensi turun lebih dalam ke 4.358 dolar AS. Pada skenario penguatan, harga emas berpeluang menembus 5.138 dolar AS per troy ounce dengan harga domestik mendekati Rp3.100.000 per gram. “Dalam sepekan ke depan, harga emas berpotensi menembus di atas 5.000 dolar AS per troy ounce,” tuturnya.

Menurut Ibrahim, arah harga minyak dan emas sangat dipengaruhi perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Rencana perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi Pakistan membuka peluang meredanya ketegangan.

Read Entire Article
Food |