PTPN dan Perhutani Komitmen Mendorong Nol Miskin Ekstrem di Jember

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID,JEMBER - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan Perum Perhutani menyatakan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di Jember, Jawa Timur.

Koordinator Manajer Kebun Wilayah Jember PTPN I Regional 5, Benny Hendricrianto, mengakui bahwa masih ada masyarakat kategori miskin ekstrem yang tinggal di sekitar perkebunan.

“Kami sepakat bahwa tidak mungkin kami menyelesaikan ini sendirian. PTPN siap bersinergi dan berkolaborasi dengan program prioritas Jember,” kata Benny dalam siaran pers pada diskusi bertajuk “Potret Kemiskinan Ekstrem di Lahan Negara, Siapa Bertanggung Jawab?” yang digelar di Universitas Jember, Senin (13/4/2026).

Menurut Benny, PTPN sebenarnya sudah menjalankan sejumlah upaya untuk turut serta menangani masalah kemiskinan di Jember. 

PTPN sudah melakukan bedah rumah warga miskin, menggelar pasar murah, dan ikut menangani stunting bersama Pemkab Jember.

PTPN menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pemberian akses modal kepada para peternak sapi di Jember. Program ini dilakukan melalui kerja sama dengan bank Himbara.

“Kami memberikan TJSL untuk para peternak dengan bunga sangat rendah, hanya tiga persen. Kami kucurkan hampir Rp 28 miliar untuk 2.800-an peternak. Kami harapkan ini bisa mengangkat perekonomian,” ucap dia.

PTPN juga memiliki skema kerja sama operasi (KSO) dengan pihak swasta. Warga miskin ekstrem di area perkebunan bisa bekerja dalam proyek KSO tersebut, sebagaimana yang diharapkan Bupati Jember Muhammad Fawait.

Saat ini, PTPN memiliki KSO tebu di Kebun Mumbul, Jember, untuk meningkatkan produksi tebu guna mendukung swasembada gula. Ada juga KSO jagung di Jember untuk mendukung program ketahanan pangan.

Senada dengan PTPN, Perum Perhutani juga siap bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk menghapus angka kemiskinan ekstrem di Jember yang merupakan tertinggi di Jawa Timur. 

Kepala Perum Perhutani Jawa Timur Wawan Tri Wibowo menyatakan, Perum Perhutani akan mengawal program Kementerian Kehutanan, yakni perhutanan sosial, agar tepat sasaran. Sebab, program ini membuka ruang bagi warga miskin ekstrem untuk mengolah lahan hutan, sehingga mereka mendapatkan keuntungan ekonomi.

Selain itu, Perhutani akan memberikan pendampingan kepada warga penerima program agar memiliki pengetahuan untuk mengelola lahan tersebut, sehingga tidak asal menebang pohon untuk menanam tanaman lain.

Wawan membeberkan, ada sekitar 36.000 hektare lahan kawasan perhutanan di Jember yang akan dialihkan dikonversi untuk program perhutanan sosial.

“Masalahnya, apakah akses itu tepat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan? Ini yang harus kita kawal ke depan, apakah benar untuk masyarakat sekitar hutan yang memang buruh tani,” tutur Wawan.

Selain mengawal program perhutanan sosial, Perum Perhutani juga sudah melakukan sejumlah hal untuk ikut menyejahterakan masyarakat Jember.

Perhutani juga menggandeng masyarakat untuk mengelola tempat wisata di kawasan hutan.

“Perhutani siap terbuka, siap memberikan akses, mendukung program Pak Bupati dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah dia.

Bupati Jember Gus Fawait yakin program perhutanan sosial bisa mengatasi kemiskinan ekstrem dalam satu hingga dua tahun ke depan, asalkan tepat sasaran.

Dari 36 ribu hektare lahan hutan sosial, Fawait berharap setiap hektarenya dikelola oleh satu keluarga miskin ekstrem. Dengan demikian, akan ada 36.000 keluarga yang keluar dari kategori miskin ekstrem.

Untuk mengawal program tersebut, Pemkab Jember siap memberikan pelatihan kepada warga miskin ekstrem yang akan mendapatkan lahan garapan. Pemkab Jember juga akan memberikan bantuan bibit setelah warga menerima lahan hutan.

Guru Besar Bidang Ekonomi Kelembagaan Syariah FEB Universitas Jember, Prof  Ahmad Zainuri, mengingatkan bahwa kemiskinan ekstrem salah satunya muncul karena pemangku kepentingan berjalan sendiri-sendiri untuk mengatasi kemiskinan.

Karena itu, Zainuri berharap para pemangku kepentingan kini bisa bergerak bersama-sama untuk membereskan masalah kemiskinan ini.

Read Entire Article
Food |