Indonesia Sepakati ‘Kerja Sama Pertahanan Besar’ dengan AS di Tengah Agresi ke Iran

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan menyepakati Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Besar antara kedua negara. Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Perang AS Pete Hegseth di Washington semalam. 

Dilansir Kementerian Perang AS, kemitraan ini akan berfungsi sebagai kerangka kerja untuk memajukan kerja sama pertahanan bilateral antara AS. dan Indonesia guna menjaga perdamaian dan stabilitas di seluruh kawasan Indo-Pasifik. 

“Kunjungan Anda menunjukkan pentingnya Departemen Perang dalam mengembangkan hubungan keamanan kami – dan hubungan ini aktif dan berkembang – dengan Indonesia,” kata Hegseth kepada Sjamsoeddin, sebelum mencatat bahwa kedua negara menyelesaikan lebih dari 170 latihan militer bersama setiap tahunnya.

“[Kemitraan] ini menandakan kekuatan dan potensi hubungan keamanan kita… memperkuat pencegahan regional, dan memajukan komitmen bersama kita terhadap perdamaian melalui kekuatan,” tambah Hegseth.

Patut dicatat, Hegseth belakangan kerap mendapat sorotan terkait retorikanya sepanjang serangan AS ke Iran sejak Februari lalu. Ia kerap menggambarkan serangan itu sebagai perang agama dan berjanji akan menumpas musuh Amerika Serikat baik dari golongan Sunni maupun Syiah. 

Dalam sambutan singkatnya, Sjamsoeddin menegaskan sentimen Hegseth mengenai kuatnya hubungan AS-Indonesia. “Hari ini, kami hadir di sini sebagai delegasi Indonesia … dengan antusiasme yang sangat besar untuk terus mengembangkan hubungan pertahanan kita, yang harus dilestarikan oleh generasi penerus kita di Indonesia dan Amerika Serikat,” kata Sjamsoeddin. 

“Kami bekerja atas nama saling menghormati dan saling menguntungkan untuk meningkatkan nilai kepentingan nasional kami.” 

Merujuk Kementerian Perang AS, perjanjian kerja sama baru ini menampilkan tiga “pilar dasar” yang didasarkan pada kedaulatan nasional masing-masing negara dan saling menghormati: organisasi militer dan peningkatan kapasitas; pelatihan dan pendidikan militer profesional; dan latihan serta kerja sama operasional. 

Berdasarkan kerangka perjanjian tersebut, kedua negara akan berupaya mengeksplorasi inisiatif-inisiatif mutakhir, “termasuk mengembangkan bersama kemampuan asimetris yang canggih, memelopori teknologi pertahanan generasi mendatang di domain sistem maritim, bawah permukaan, dan otonom, serta bekerja sama dalam dukungan pemeliharaan, perbaikan, dan perombakan untuk meningkatkan kesiapan operasional,” menurut pernyataan bersama mengenai kemitraan baru tersebut. 

Read Entire Article
Food |