HIPPINDO Sambut BINA Indonesia Great Sale, Targetkan Transaksi Rp 30 Triliun

3 months ago 78

Pengunjung berbelanja di Mal Kuningan City, Jakarta, Kamis (14/8/2025). Sejumlah toko di Mal Kuningan City menawarkan diskon hingga 80 persen dalam rangka menyemarakan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia. Pengunjung tampak memadati salah satu toko untuk berburu berbagai promo potongan harga. Sejalan dengan itu, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menggelar Indonesia Shopping Festival (ISF) 2025 di 400 pusat perbelanjaan se-Indonesia dengan menawarkan potongan harga hingga 80 persen dengan target transaksi mencapai Rp23,32 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) menyambut positif peluncuran program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Indonesia Great Sale 2025–Wisata Belanja di Indonesia di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (18/12/2025). Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah mengatakan program ini digelar untuk mendorong konsumsi domestik sekaligus memperkuat daya tarik wisata belanja nasional. 

"BINA ini akan diadakan dari 18 Desember sampai dengan 4 Januari dengan target Rp30 triliun," ujar Budihardjo. 

Budihardjo menyampaikan HIPPINDO akan terus menggulirkan berbagai agenda belanja nasional hingga momentum besar Lebaran. Menurutnya, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci agar dampak ekonomi dapat dirasakan lebih luas. 

"Harapan kami di Lebaran ini bisa kita kolaborasi lagi bersama semua Kementerian dan Lembaga," sambung dia. 

Selain itu, HIPPINDO juga mendorong sinergi antara program belanja daerah dengan Indonesia Great Sale sebagai payung nasional. Ia berharap inisiatif ini dapat menyatukan merek lokal dan global, sekaligus menggerakkan UMKM, IKM, serta sektor trade, tourism, and investment. 

"Kita akan coba sowan untuk bisa membantu merek global menjadi salah satu wisata belanja di Indonesia dan mengurangi orang belanja ke luar negeri," langit Budihardjo. 

Budi meyakini pesta diskon akhir tahun dapat kembali menggerakkan roda perekonomian nasional. Budi pun menyebut pemberian diskon juga akan meminimalisasi fenomena rombongan jarang beli (rojali).

"Jadi kalau Rojali datang silakan, tapi nanti pasti beli kalau kita barangnya bagus, harganya bagus. Sektor konsumsi ini merupakan tulang punggung, kita harapkan bisa didukung penuh untuk meningkatkan penjualan," kata Budihardjo. 

Read Entire Article
Food |