Gubernur Luthfi Ingin Para Pedagang Bakso di Jateng Punya Sertifikasi Halal

2 hours ago 2

Ahad 19 Apr 2026 20:14 WIB

Pedagang bakso di Jateng adalah pegiat ekonomi mikro yang paling besar.

Petugas memberikan sosialisasi sertifikasi halal kepada pedagang makanan ringan di Pasar Srago, Klaten, Boyolali, Jawa Tengah.

Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Petugas memberikan sosialisasi sertifikasi halal kepada pedagang makanan ringan di Pasar Srago, Klaten, Boyolali, Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menginginkan agar para pedagang bakso di seluruh Jateng memiliki sertifikasi halal. Menurut catatan Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Nusantara Bersatu (Apmiso), terdapat sekitar 17.500 pedagang bakso di Jateng. 

"Pedagang bakso di Jateng ini merupakan pegiat ekonomi mikro yang jumlahnya paling besar,” kata Luthfi saat menghadiri silaturahim dan halal bihalal Apmiso Jateng di Wisma Perdamaian Semarang, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, pendampingan terhadap para pedagang bakso di Jateng perlu dilakukan. Misalnya untuk proses pengolahan daging hingga pengurusan sertifikasi halal. 

Luthfi menilai, sertifikasi halal diperlukan agar pelaku usaha lebih tertata, memiliki standar, dan bisa lebih berkembang. “Sertifikasi halal tidak gampang, dari mulai alat dan sebagainya, berarti dinas kita harus ikut serta, sehingga penjual bakso kita punya sertifikasi,” ujarnya.

Menurut Luthfi, usaha bakso merupakan salah satu usaha rakyat yang tetap bertahan di tengah berbagai kondisi ekonomi. Dia berpendapat, para pedagang bakso memberi kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi mikro di Jateng.

“Saya senang sekali hari ini bisa berada di tengah-tengah teman-teman penjual bakso yang secara tidak langsung akan memberikan kontribusi bagi ekonomi mikro di Jawa Tengah," kata Luthfi. 

Berita Lainnya

Read Entire Article
Food |