Dukung Gentengisasi, Ribuan Rumah Subsidi di Majalengka Siap Serap Produk Genteng Lokal

2 days ago 11

Pekerja menyusun genteng tradisional yang sudah dibakar di Sentral Industri Genteng Sokka, Desa Bantarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (15/12/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DKPP) Kabupaten Majalengka menegaskan komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat. Hal itu dilakukan melalui program perumahan subsidi.

Kepala DKPP Kabupaten Majalengka, Sidarta, menyoroti keberhasilan pencapaian tahun sebelumnya di mana realisasi pembangunan rumah subsidi mencapai 1.003 unit. Jumlah itu melampaui target awal sebanyak 1.000 unit.

"Untuk tahun 2026, pemerintah menetapkan target yang lebih besar, yakni pembangunan 3.000 unit rumah subsidi,” ujar Sidarta, Jumat (10/4/2026).

Ia menyebutkan, hingga saat ini, ketersediaan hunian yang sudah terdata mencapai 1.406 unit. Hunian itu dikelola oleh 44 pengembang yang aktif di Majalengka.

Ia menambahkan, pihaknya pun menekankan bahwa pembangunan itu harus memberikan dampak langsung bagi industri lokal, terutama pengrajin genteng di wilayah Jatiwangi. Melalui program "gentengisasi", pemerintah mendorong agar kebutuhan material atap untuk ribuan rumah tersebut disuplai oleh Industri Kecil Menengah (IKM) genteng tanah liat lokal.

"Kami ingin memastikan pembangunan perumahan ini menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif. Selain membuka lapangan kerja bagi tenaga konstruksi, kehadiran proyek-proyek ini juga menghidupkan UMKM di sekitar lokasi dan mengutamakan pemasok material bangunan terdekat untuk efisiensi," tambahnya.

Langkah itu diharapkan tidak hanya mengatasi masalah keterbatasan hunian (backlog) di Kabupaten Majalengka. Namun juga menjadi mesin penggerak bagi kebangkitan industri genteng Jatiwangi yang menjadi identitas kebanggaan daerah.

Salah seorang warga, Wildan (34) mengungkapkan, program perumahan subsidi sangat membantunya untuk memiliki hunian layak dengan harga terjangkau.

Ia pun menilai, pembangunan itu juga menghidupkan suasana di sekitar lingkungan. Banyak tetangganya yang mulai membuka warung makan untuk melayani para pekerja bangunan, sehingga ekonomi pun ikut bergerak.

" Program gentengisasi hasil produksi daerah sendiri kembali digunakan secara luas, sehingga identitas Majalengka tetap terlihat di perumahan-perumahan baru ini,” katanya.

Read Entire Article
Food |