Rusia Kaji Bangun Pembangkit Nuklir di Bulan, Perebutan Sumber Daya Luar Angkasa Dimulai

10 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Langit malam mungkin masih tampak tenang. Namun di baliknya, perlombaan baru sedang dimulai, bukan lagi tentang siapa yang lebih dulu mendarat di Bulan, tetapi siapa yang mampu menguasainya.

Korporasi nuklir negara Rusia, Rosatom, tengah mengkaji rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di Bulan dengan kapasitas jauh lebih besar dibandingkan proyek awal yang hanya 10 kilowatt.

Rencana tersebut disampaikan Direktur Utama Rosatom, Alexey Likhachev, dalam wawancara dengan publikasi Strana Rosatom.

Rosatom diketahui bekerja sama dengan badan antariksa nasional Roscosmos untuk merealisasikan proyek tersebut.

Rosatom merupakan korporasi nuklir milik negara Rusia yang berdiri pada 2007 sebagai penggabungan berbagai entitas industri nuklir era Soviet. Perusahaan ini mengelola seluruh rantai industri nuklir, mulai dari penambangan uranium, pengayaan bahan bakar, desain dan konstruksi reaktor, hingga pengelolaan limbah radioaktif.

Perusahaan ini juga mengoperasikan sejumlah pembangkit listrik tenaga nuklir di Rusia dan menjadi salah satu pemain utama dunia dalam ekspor teknologi PLTN, dengan proyek di berbagai negara di Asia, Timur Tengah, dan Eropa Timur.

Di luar sektor energi, Rosatom memperluas perannya ke bidang teknologi tinggi, termasuk pengembangan reaktor modular kecil, pemanfaatan nuklir untuk industri dan kesehatan, serta proyek inovatif di sektor antariksa.

Melalui kerja sama dengan Roscosmos, Rosatom kini terlibat dalam pengembangan sistem energi untuk misi luar angkasa, termasuk rencana pembangkit listrik nuklir di Bulan. Langkah ini menunjukkan transformasi Rosatom dari sekadar operator energi menjadi aktor strategis dalam perlombaan teknologi global.

Saat ini, unit tenaga PLTN yang tengah dikembangkan diproyeksikan memiliki kapasitas hingga 10 kW, dengan bobot tidak lebih dari 1,2 ton, serta masa operasi aman tanpa kecelakaan selama minimal 10 tahun.

Namun kapasitas itu dinilai belum cukup.

“Pembangkit nuklir kecil di Bulan saat ini sedang dikembangkan, namun pada saat yang sama, proyek untuk pembangkit dengan kapasitas sepuluh kali lipat juga sedang dipertimbangkan,” ujar Likhachev, sebagaimana diberitakan Sputnik dan Ria Novosti.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |