Asap mengepul menyusul serangan udara Israel di Dahieh, di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 11 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Kantor berita Iran IRNA melaporkan bahwa Iran telah memberikan tanggapannya kepada Pakistan, mediator regional, mengenai usulan Amerika untuk mengakhiri perang. Iran menekankan menolak gencatan senjata dan bersikeras mengakhiri perang secara permanen dengan menghormati tuntutannya.
Menurut badan tersebut, tuntutan Iran ini juga mencakup rekonstruksi dan pencabutan sanksi, selain tuntutan yang mencakup diakhirinya semua konflik di kawasan dan protokol untuk perjalanan yang aman melalui Selat Hormuz.
Sebelumnya pada Senin, berbagai sumber media melaporkan bahwa proposal gencatan senjata selama 45 hari antara Amerika Serikat dan Iran sedang dibahas, di tengah terus meningkatnya operasi militer AS di Iran.
Seorang koresponden Axios mengutip seorang pejabat Gedung Putih yang mengatakan bahwa rencana gencatan senjata ini adalah salah satu dari beberapa gagasan yang sedang dibahas, namun belum mendapat persetujuan dari Presiden AS Donald Trump, yang diperkirakan akan mengumumkan rincian lebih lanjut pada konferensi pers malam ini.
Associated Press, mengutip para pejabat Timur Tengah, melaporkan bahwa mediator dari Mesir, Pakistan, dan Turki mengirimkan proposal kepada Iran dan Amerika Serikat yang menyerukan gencatan senjata selama 45 hari dan pembukaan kembali Selat Hormuz untuk memberikan waktu dalam mencoba menemukan solusi untuk mengakhiri perang. Sejauh ini belum ada tanggapan resmi yang dikeluarkan oleh kedua belah pihak.
CNN melaporkan bahwa negara-negara yang berupaya mengakhiri perang di Iran telah menyiapkan proposal ini, menekankan bahwa Trump belum menyetujuinya, dan bahwa operasi militer Amerika masih berlanjut dengan kecepatan yang dipercepat.
Sementara Haaretz mengutip sumber diplomatik yang mengatakan bahwa Pakistan percaya bahwa komandan Garda Revolusi Iran, Ahmad Vahidi, adalah orang yang benar-benar membuat keputusan di Iran, dan bahwa dia yakin akan kemenangan negaranya dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel.
Penilaian Pakistan menunjukkan bahwa Vahidi tidak bersedia menyetujui konsesi apa pun dalam kesepakatan untuk mengakhiri perang, dan bahwa Iran memiliki sekitar 15.000 rudal balistik dan sekitar 45.000 drone.

2 hours ago
2






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)

















