REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selena Gomez kembali terbuka mengenai kesehatan mentalnya. Aktris dan penyanyi tersebut mengaku sempat mengalami salah diagnosis sebelum akhirnya dinyatakan mengidap Bipolar Disorder pada 2020.
Dalam episode terbaru podcast "Friends Keep Secrets", Gomez membagikan perjalanan panjangnya dalam mendapatkan diagnosis yang tepat. la berbincang dengan sang suami, Benny Blanco, yang menanyakan apakah ia sudah menyadari kondisinya sebelum didiagnosis secara resmi.
"Aku tahu ada yang tidak beres, tapi sepertinya aku salah diagnosis. Orang-orang hanya berasumsi dan aku mencoba banyak terapis," jawab Gomez.
Menurutnya, membicarakan kesehatan mental bukan hal sederhana. la menilai, menyarankan orang untuk pergi ke terapis terdengar mudah, namun pada kenyataannya proses tersebut sangat kompleks.
Gomez juga menegaskan bahwa diagnosis yang ia terima tidak datang secara instan. la harus berkonsultasi dengan banyak tenaga profesional hingga akhirnya mendapatkan kejelasan.
"Aku sangat bersyukur pernah menjalani empat kali rehabilitasi, yang semuanya membantunya memahami kondisi mentalku lebih baik," jelas Gomez seperti dilansir dari Fox News, Ahad (35/4/2026).
Sementara itu, Benny Blanco mengungkap Gomez terkadang mengalami episode mania tanpa langsung menyadarinya. la menjelaskan Gomez baru menyadari setelah episode tersebut berlangsung, dan dalam beberapa kasus bahkan tidak mengingatnya.
Meski demikian, ia menyebut Gomez kini semakin sadar terhadap tanda-tanda mania yang dialaminya. Hal ini juga diakui oleh Gomez sendiri, yang mengatakan bahwa ia tidak malu memiliki momen mania dan justru merasa bangga karena kini bisa mengenalinya lebih cepat.
"Aku bangga bisa mengatakan aku punya momen mania. Aku tidak malu sama sekali, karena sekaranh aku bisa mengenalinya lebih cepat. Dan punya pasangan yang memahami itu sangat membantu," kata Gomez.
Sejak menerima diagnosis bipolar, Gomez mengaku menjalani hidup dengan lebih bebas. la merasa diagnosis tersebut membantunya memahami alasan di balik perilaku dan emosinya di masa lalu, termasuk mengapa ia merespons situasi dengan cara yang berbeda dibanding orang lain.
"Aku bertindak karena takut, cinta, passion, semuanya tidak konsisten. Itu terasa kacau. Tapi kita tidak ditentukan oleh label tersebut. Bagaimanapun penting untuk mencari, berbicara, dan mendengarkan," kata Gomez.
Gangguan bipolar atau dikenal sebagai manic depression merupakan kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan perubahan drastis pada suasana hati, energi, dan tingkat aktivitas. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Gangguan ini mencakup dua fase utama, yaitu mania atau hipomania (fase emosi tinggi) dan depresi (fase emosi rendah). Gejala mania atau hipomania meliputi peningkatan energi atau aktivitas, percaya diri berlebih, serta kebutuhan tidur yang berkurang, bicara cepat atau lebih banyak dari biasanya, pikiran yang berpacu atau berpindah-pindah, mudah terdistraksi, serta cenderung mengambil keputusan yang buruk.
Sementara itu, gejala depresi ditandai dengan perasaan sedih, kosong, putus asa, serta kehilangan minat terhadap berbagai aktivitas. Kondisi ini juga dapat disertai perubahan berat badan tanpa sebab yang jelas, gangguan tidur, kelelahan atau kehilangan energi, perasaan tidak berharga atau bersalah, kesulitan berkonsentrasi, hingga munculnya pikiran atau upaya bunuh diri.

9 hours ago
6




























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)

















