REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Dalam Islam, mencari rezeki yang halal bukan sekadar upaya duniawi, tetapi juga bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Rezeki yang halal diyakini membawa keberkahan, baik untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat.
Dengan rezeki yang baik, seorang Muslim dapat memenuhi kebutuhan hidup, menafkahi keluarga, serta memperbanyak amal kebajikan.
Selain ikhtiar melalui kerja dan usaha, umat Islam juga dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan amalan tertentu. Doa menjadi bentuk penghambaan sekaligus harapan seorang hamba kepada Sang Pencipta.
Allah SWT berfirman dalam Alquran:
ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ
Artinya: “...Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS Ghafir [40]: 60).
Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon kecukupan adalah:
اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.

2 hours ago
2






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)

















