Baliho Film Aku Harus Mati Menuai Kritik, Ini Tanggapan Sutradara

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara Hestu Saputra menanggapi kontroversi baliho promosi film horor Aku Harus Mati yang dinilai berpotensi memicu ketidaknyamanan emosional dan psikologis. Ia menyebut, pihak rumah produksi saat ini tengah menurunkan baliho-baliho tersebut secara bertahap.

"Ya. Selama dua hari ini secara teknis, baliho itu sudah proses diturunkan oleh rumah produksi. Karena memang banyak titik, jadi berkala diturunkannya," kata Hestu saat dihubungi Republika, Senin (6/4/2026).

Hestu juga menyampaikan bahwa pemilihan judul Aku Harus Mati bukan tanpa alasan. Judul tersebut, menurut dia, merepresentasikan isu yang diangkat dalam film.

Film produksi Rollink Action tersebut menceritakan tentang karakter Mala (Hana Saraswati) yang terperangkap dalam obsesi validasi sosial hingga terlilit utang. Kisah ini menggambarkan bagaimana seseorang rela mengorbankan diri dan jiwanya demi harta serta pengakuan, bahkan sampai terjerat pinjol dan paylater.

"Kenapa judulnya itu, bisa dilihat di filmnya," kata Hestu.

Baliho promosi film Aku Harus Mati menuai kritik dari berbagai pihak. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengecam promosi iklan film Aku Harus Mati yang dinilai telah melampaui batas kepatutan dan etika. YLKI juga menyebut materi promosi tersebut berpotensi mengganggu kondisi psikologis konsumen.

YLKI juga mempertanyakan peran Lembaga Sensor Film (LSF) yang dinilai telah meloloskan film beserta materi promosinya. Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo, menilai LSF seharusnya tidak hanya berfokus pada substansi film, tetapi juga mempertimbangkan aspek etika secara menyeluruh.

"Sekali lagi, YLKI meminta ke depan LSF juga memperhatikan sisi etika dalam film, bukan hanya dari substansinya saja," kata Rio saat dihubungi Republika, Senin (6/4/2026).

Sementara itu, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) menilai visual dan narasi yang ditampilkan berpotensi memicu ketidaknyamanan emosional. Bahkan bagi individu yang memiliki riwayat depresi, materi promosi tersebut bahkan bisa menjadi pemicu untuk bunuh diri.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta juga telah menertibkan sejumlah baliho promosi film horor Aku Harus Mati di wilayah ibu kota. Tiga titik yang telah ditindak berada di Jalan Puri Kembangan, Jalan Daan Mogot Km 11 (Jembatan Gantung), dan Pos Polisi Perempatan Harmoni.

Read Entire Article
Food |